Description
Detak Harapan, Dia Darahku! adalah perjalanan batin seseorang yang merasakan hidup seperti aliran darah yang membawa luka sekaligus harapan. Di tengah sunyi yang menghimpit, ia merasakan detak-detak yang bukan hanya miliknya sendiri, tetapi juga detak dari Dia yang ia percayai: Tuhan, yang menjadi sumber kekuatan paling tersembunyi.
Puisi ini menggambarkan bagaimana manusia kerap tersungkur oleh duka, terseret oleh rasa yang mengalir liar, namun tetap mencari cahaya dari kalimat-kalimat Ilahi. Setiap detak menjadi pengingat bahwa meski hati remuk dan tubuh rapuh, ada harapan yang tidak pernah mati harapan yang justru menjadi “darah” yang menghidupkannya penuh gelora.
