Description
Eli tumbuh sebagai remaja perempuan yang memikul luka keluarga, stigma sosial, dan rindu yang tak pernah tuntas pada ibunya. Di tengah desas-desus kelam tentang masa lalu ayahnya, Eli memilih jalan sunyi: mendekat pada Al-Qur’an dan menata hidup melalui hafalan demi hafalan.
Pesantren menjadi ruang penguatan, bukan hanya bagi imannya, tetapi juga bagi hatinya yang rapuh. Di sana, Eli bertemu Angga, sosok tenang yang menghadirkan rasa tanpa paksaan, cinta yang tumbuh tanpa melanggar batas. Namun hidup tak pernah sederhana. Masa lalu, pilihan, dan pengorbanan menuntut Eli belajar melepaskan, memaafkan, dan bertumbuh.
Novel ini merangkai kisah cinta, keluarga, dan keteguhan iman, tentang bagaimana kasih sejati kadang hadir di sela-sela juz yang dihafalkan, bukan di janji yang diucapkan.
